Jumat, Juli 1, 2005 (kemarin)
Kemarin gw pergi ke Jakarta Fair bersama cewe gw dan teman2nya. Gw dan yayank sampai di Jakarta Fair sekitar jam 4 sore. Sebetulnya jam 12,kami sudah ke Area PRJ terlebih dulu, tapi ternyata kata petugasnya, Jakarta Fair baru buka jam 3. So, akhirnya kami pergi ke Mal Artha Gading terlebih dulu. Tak disangka, disana gw bertemu teman seangkatan gw di CC dulu, Andry yang sekarang kuliah di luar negeri, dia lagi pulang ke Jakarta.
So setelah selesai berurusan dengan Mal Artha Gading (jalan2, makan, belanja) akhirnya gw dan cewe gw berangkat ke PRJ. Sampai disana, gw parkir mobil gw dan masuk ke area PRJ. Sekedar informasi, untuk mobil biaya parkir Rp. 5000,- dan tiket masuk per orang Senin-Jumat Rp. 10000,-. Membeli tiket, mendapat kupon-kupon meskipun tidak gratis, kupon 2 teh kotak Rp.3000,-, setelah gw hitung-hitung, apa bedanya dengan beli diluar, sama saja dengan tanpa kupon donk.
Setelah masuk, gw bingung mau pergi kemana, akhirnya kami mengikuti arus orang-orang yang berjalan sambil celingak celinguk ga jelas. Kami melihat kesana kemari, mau beli sesuatu mikir dulu karena barang-barang relatif mahal, tapi ada juga yang terhitung murah, seperti paket Chiki, paket FruitTea.
Kami berjalan tanpa arah sampai akhirnya ada petunjuk ada Rumah Hantu di belakang Hall E. Gw mengajak yayank masuk ke dalam, tapi dia menarik gw. Katanya menyeramkan. Hehe, gw demen gangguin dia, gw ajak terus, tapi akhirnya gw nyerah, kasian juga ngeliat dia. Akhirnya kubelikan dia teh kotak dengan kupon yang ada.
Lalu kami berjalan menuju Hall C. Dalam Hall ini ada banyak stand yang mewakili daerah-daerah di Indonesia. Ada berbagai propinsi yang terlibat dalam Hall C ini, sayangnya propinsi Medan dan Lampung yang kami cari tidak ada.
Next ke Hall B. Hall B berisi furniture, bed, dll yang berhubungan dengan rumah. Karena yayank anak interior, dia tertarik untuk masuk jadi gw mengikuti saja. Kami muter-muter untuk melihat-lihat, meskipun tak ada keinginan untuk membeli. Keluar dari hall B, gw ke stand informasi dan meminta peta PRJ biar tidak terlalu pusink.
Karena kelelahan, kami mencari tempat duduk. Benar-benar hampir tak ada tempat duduk. Hhh, akhirnya kami memutuskan duduk di food court sambil pesan makanan. Sampai di foodcourt, gw ditimbrungin banyak sekali waiter-waiter. Gila, seakan2 semuanya itu mengerubungi untuk menjajakan makanan, semuanya memberikan menu. Lalu kami diperhatikan, sampai akhirnya gw berujar, "Tolong jangan melihat kami. Ga enak rasanya dilihatin terus." Lalu semuanya bubar. Gw dan yayang muter-muter sendiri di Food court untuk mencari makanan yang sesuai dan tidak terlampau mahal. Sulit sekali, semuanya mahal. Sebagai perbandingan KFC kombo 5 biasanya Rp 18000 dijual Rp 23000. Lebih mahal daripada mal. Akhirnya gw memutuskan makan nasi ayam bakar Rp 13000 sedangkan yayank nasi Timbel.
Usai makan, kami menyempatkan ke Hall A untuk melihat-lihat, ternyata ada stand Cadburry lho. Coklat adalah makanan favorit kami berdua. Langsung saja, cadburry menjadi target kami. Cuma ada 1 stand pameran yang kami datangi di Jakarta Fair ini, hanya Cadburry saja. Waw, ada bermacam2 coklat dari yang standar sampai yang belum pernah kami lihat. Tapi karena mahal2, akhirnya kami keluar dengan tangan kosong. Hall A berisi macam-macam, bahkan stand HP pun ada.
Keluar dari hall A kami kelelahan dan pulang, waktu menunjukkan jam 7 malam. Sayang sekali, masih banyak area yang belum kami kunjungi, tapi apa daya, tenaga dan waktu ada batasnya. Menyedihkannya, dalam perjalanan pulang terjadi kemacetan sampai gw mengantarkan yayank sampai rumahnya jam 9 malam, dan pulang.
Tips dari gw kalau lu mau pergi ke Jakarta Fair:
Bawalah uang minimal Rp 50000,- (makanan mahal dan sifat konsumerisme kita yang tinggi disini)
Setelah masuk ke dalam area PRJ, carilah stand informasi dan mintalah peta pegangan
Jangan bawa perhiasan yang mencolok
Jagalah dompet anda karena ramai pada malam hari.
Jagalah kebersihan
Ingat, berhati-hatilah ketika memasuki food court, dan pilihlah makanan dengan seksama