Archive for July, 2005

Worst Week of the Month

Thursday, July 28th, 2005

Minggu ini benar-benar minggu yang paling parah bulan ini. Tak disangka minggu yang diawali kepergian orang tua gw dari rumah dapat menjadi minggu penuh stresss. Banyak masalah yang terjadi, ketidakberuntungan pun seakan-akan menimpa gw terus menerus, untungnya gw masih hidup hingga saat ini haha.

Tapi gw senang juga akan datangnya masalah-masalah, semuanya bisa gw atasi dengan baik. Paling tidak hidup gw menjadi tidak hampa dan membosankan. Setiap hari ada konflik yang harus diselesaikan. Itulah hidup yang menyenangkan bagi gw. "Seberapa besarnya masalah pasti dapat terselesaikan dengan pikiran yang jernih."

Gw masih ada PR TBA yang baru gw kerjakan sampai 5.34, gawatnya Selasa besok gw juga ujian TBA. Lalu Selasa juga merupakan hari Kuis Alin, gawat sudah memasuki tahap yang sulit dari Ruang Vektor yang membuat gw merinding semester lalu dan membuat gw berkeputusan untuk mengdrop Alin (However, it is a right choice). Mental gw untuk berjuang masih ada. Gw harus mempertahankan mental perjuangan gw, jangan sampai drop seperti tahun lalu.

Yooo… Tetap semangat, sebentar lagi hasil SPMB akan diumumkan. Segera masuk para mahasiswa baru Fasilkom UI dan terutama gw mencari anggota-anggota KUKSACS baru dengan gencar. Semoga banyak anak-anak Katolik baru yang masuk Fasilkom UI. Tambahan banyak teman-teman baru dapat menyegarkan suasana kehidupan di Fasilkom dan saling bantu membantu (berdoa pula untuk Adri dan Daniel C, agar banyak cewe2 cakep yang masuk Fasilkom untuk menyegarkan kalian, hehe. Dri!! lu uda doa NOVENA belum … 7 hari 7 malam)

War of the World

Monday, July 11th, 2005

Jumat lalu, gw nonton film ini bersama Emilia. Ketika kami sampai di 21 Karawaci, kami bingung memilih film yg akan kami tonton. Bayangkan ada

  1. Monster in Law, melihat poster review di 21nya menarik perhatian, mungkin film lucu dan menarik
  2. War of the World, yg ini satu sempat membuat gw tertarik. Dulu gw kira ini film perang kolosal atau perang internasional gitu, eh ternyata perang lawan alien.
  3. Fantastic 4, wah ini satu menarik perhatian gw. Maklum, gw juga penggemar film-film berteknologi tinggi.

Kata temannya Emil, film War of The World kurang bagus karena memang kurang ada jalan ceritanya. Memang benar, film ini memasuki konflik dengan sangat cepat. Belum ada cerita apa-apa sudah mulai action-action yang wah, lalu tiba-tiba ending dengan sangat tidak memuaskan. Tapi kalau menurut gw, film ini mirip The Day After Tomorrow, film yang menunjukkan karya desaining and visualization yang teramat wah! Jadi gw sarankan, bagi penonton yang mendambakan jalan cerita yang wah, lebih baik ga usah melirik film ini. Tapi bagi yang tertarik film science-fiction, and film bergambar wah, gw sarankan tonton ini deh..

Review film dari 21Cineplex:

Ray Ferrier (Tom Cruise), duda yang bekerja disebuah galangan kapal dan bukanlah ayah yang sempurna. Setelah mantan istrinya, Marry Anne Ferrier (Miranda Otto) dan suami barunya mengantar anak-anak mereka, Robbie (Justin Chatwin) dan Rachel (Dakota Fanning) untuk berkunjung, tiba-tiba muncul kilat yang aneh dan berkekuatan.

Tak lama kemudian, Ray menyaksikan kejadian luar biasa yang akan merubah hidupnya selamanya. Hari tersebut tak akan terlupakan – awal bencana dari serangan alien ke bumi

Kemanapun mereka berlari, tidak ada tempat yang aman, tidak ada tempat berlindungi….hanya kekuatan Ray yang ia miliki untuk melindungi orang-orang yang ia cintai.

Menyerah Menambah Masalah

Tuesday, July 5th, 2005

What a beautiful day..

Pagi ini, gw mendapat berita yang teramat menggembirakan. Kalkulus I, mata kuliah matematika yang menjadi momok dalam kehidupan gw semester lalu ternyata dinyatakan lulus. Gembiranya hati gw pada saat itu. Masih terbayang, bagaimana pasrahnya gw ketika merasa bahwa UTS gw paling rendah seangkatan. Sampai-sampai, gw pasrah menghadapi UAS Kalkulus dan sudah mempersiapkan untuk mengulang Kalkulus I semester depan.

Bencana yang menimpa Kalkulus I banyak disebabkan krn gw tidak melakukan persiapan sama sekali sebelum UTS. Gw mengikuti UTS tanpa menyentuh buku, dan membacanya dengan benar hari-hari sebelumnya. 2 jam sebelum UTS, gw menggila dan baca catatan secara cepat tanpa ada pikiran apapun. Ketika mengerjakannya, tangan gw tidak mampu bergerak. Bayangkan, dari 10 soal yang tertera, hanya 1 yang gw yakin benar, ada 2 lainnya yang mampu gw jawab, tapi gw perkirakan salah. Gw memprediksikan nilai UTS gw berada pada range 20-30 poin.

Dengan prediksi UTS yang amat minim, dan UAS memungkinkan untuk memunculkan soal yang cukup sulit, maka gw putus asa. Gw masuk ruangan UAS benar-benar tanpa persiapan. Kali ini lebih parah dari UTS, 2 jam sebelum UTS gw malah download GBA ROM. Tak disangka, soal-soal tersebut tidak sesulit yang gw bayangkan, gw mampu mengerjakan sebagian soal-soal dengan baik. Gw menyesal bgt karena gw sempat putus asa. Seandainya gw ga putus asa, gw yakin bisa mendapatkan nilai yang jauh lebih baik.

Akhirnya gw lulus dengan tak terduga. Banyak nilai-nilai yang tak terduga, entah ada faktor keberuntungan, atau ada bantuan tenaga gaib hehe, tapi gw sungguh bersyukur. Gw bersumpah, gw ga akan menyerah dan putus asa semudah itu lagi. Gw juga baru mendapat sebuah kata-kata, “Ketika kita memperoleh masalah dalam hidup ini, kita harus bersikap tenang dan meredam emosi kita. Dengan ketenangan, maka solusi dari permasalahan tersebut lebih mudah untuk terlihat.

Going to Jakarta Fair 2005

Friday, July 1st, 2005

Jumat, Juli 1, 2005 (kemarin)

Kemarin gw pergi ke Jakarta Fair bersama cewe gw dan teman2nya. Gw dan yayank sampai di Jakarta Fair sekitar jam 4 sore. Sebetulnya jam 12,kami sudah ke Area PRJ terlebih dulu, tapi ternyata kata petugasnya, Jakarta Fair baru buka jam 3. So, akhirnya kami pergi ke Mal Artha Gading terlebih dulu. Tak disangka, disana gw bertemu teman seangkatan gw di CC dulu, Andry yang sekarang kuliah di luar negeri, dia lagi pulang ke Jakarta.

So setelah selesai berurusan dengan Mal Artha Gading (jalan2, makan, belanja) akhirnya gw dan cewe gw berangkat ke PRJ. Sampai disana, gw parkir mobil gw dan masuk ke area PRJ. Sekedar informasi, untuk mobil biaya parkir Rp. 5000,- dan tiket masuk per orang Senin-Jumat Rp. 10000,-. Membeli tiket, mendapat kupon-kupon meskipun tidak gratis, kupon 2 teh kotak Rp.3000,-, setelah gw hitung-hitung, apa bedanya dengan beli diluar, sama saja dengan tanpa kupon donk.

Setelah masuk, gw bingung mau pergi kemana, akhirnya kami mengikuti arus orang-orang yang berjalan sambil celingak celinguk ga jelas. Kami melihat kesana kemari, mau beli sesuatu mikir dulu karena barang-barang relatif mahal, tapi ada juga yang terhitung murah, seperti paket Chiki, paket FruitTea.

Kami berjalan tanpa arah sampai akhirnya ada petunjuk ada Rumah Hantu di belakang Hall E. Gw mengajak yayank masuk ke dalam, tapi dia menarik gw. Katanya menyeramkan. Hehe, gw demen gangguin dia, gw ajak terus, tapi akhirnya gw nyerah, kasian juga ngeliat dia. Akhirnya kubelikan dia teh kotak dengan kupon yang ada.

Lalu kami berjalan menuju Hall C. Dalam Hall ini ada banyak stand yang mewakili daerah-daerah di Indonesia. Ada berbagai propinsi yang terlibat dalam Hall C ini, sayangnya propinsi Medan dan Lampung yang kami cari tidak ada.

Next ke Hall B. Hall B berisi furniture, bed, dll yang berhubungan dengan rumah. Karena yayank anak interior, dia tertarik untuk masuk jadi gw mengikuti saja. Kami muter-muter untuk melihat-lihat, meskipun tak ada keinginan untuk membeli. Keluar dari hall B, gw ke stand informasi dan meminta peta PRJ biar tidak terlalu pusink.

Karena kelelahan, kami mencari tempat duduk. Benar-benar hampir tak ada tempat duduk. Hhh, akhirnya kami memutuskan duduk di food court sambil pesan makanan. Sampai di foodcourt, gw ditimbrungin banyak sekali waiter-waiter. Gila, seakan2 semuanya itu mengerubungi untuk menjajakan makanan, semuanya memberikan menu. Lalu kami diperhatikan, sampai akhirnya gw berujar, "Tolong jangan melihat kami. Ga enak rasanya dilihatin terus." Lalu semuanya bubar. Gw dan yayang muter-muter sendiri di Food court untuk mencari makanan yang sesuai dan tidak terlampau mahal. Sulit sekali, semuanya mahal. Sebagai perbandingan KFC kombo 5 biasanya Rp 18000 dijual Rp 23000. Lebih mahal daripada mal. Akhirnya gw memutuskan makan nasi ayam bakar Rp 13000 sedangkan yayank nasi Timbel.

Usai makan, kami menyempatkan ke Hall A untuk melihat-lihat, ternyata ada stand Cadburry lho. Coklat adalah makanan favorit kami berdua. Langsung saja, cadburry menjadi target kami. Cuma ada 1 stand pameran yang kami datangi di Jakarta Fair ini, hanya Cadburry saja. Waw, ada bermacam2 coklat dari yang standar sampai yang belum pernah kami lihat. Tapi karena mahal2, akhirnya kami keluar dengan tangan kosong. Hall A berisi macam-macam, bahkan stand HP pun ada.

Keluar dari hall A kami kelelahan dan pulang, waktu menunjukkan jam 7 malam. Sayang sekali, masih banyak area yang belum kami kunjungi, tapi apa daya, tenaga dan waktu ada batasnya. Menyedihkannya, dalam perjalanan pulang terjadi kemacetan sampai gw mengantarkan yayank sampai rumahnya jam 9 malam, dan pulang.

Tips dari gw kalau lu mau pergi ke Jakarta Fair:
Bawalah uang minimal Rp 50000,- (makanan mahal dan sifat konsumerisme kita yang tinggi disini)
Setelah masuk ke dalam area PRJ, carilah stand informasi dan mintalah peta pegangan
Jangan bawa perhiasan yang mencolok
Jagalah dompet anda karena ramai pada malam hari.
Jagalah kebersihan
Ingat, berhati-hatilah ketika memasuki food court, dan pilihlah makanan dengan seksama