Review: One For Charity Night in MU Cafe 23-04-2006

Minggu malam lalu, gue diajak pergi makan ke MU Cafe dalam
acara yang diselenggarakan anak UPH. Acaranya bagus sekali.. Bayangkan saja ada
Mike Indonesia Idol dan Band Malik. Gue acungi jempol terhadap anak UPH
yang sanggup mengundang mereka. Sayangnya pengaturan teknis acara agak
mengecewakan.

Ini kronologisnya.. (Ciee..
macam TKP)
Pertama-tama gue ditawari tiket seminggu sebelumnya. Tiketnya seharga Rp
150.000,- Ada door prizenya lho.. In the ticket, it is said that it is a
buffet. Di dalam pemikiran gue, "WOW makan sepuasnya dari MU Cafe".
Tapi satu pikiran worst-case gue yaitu, mungkin saja UPH hanya sewa
tempat lalu memesan katering dari luar. So.. gue minta tolong tanyakan panitia about
makanannya disediakan darimana?
.
Salah seorang panitia -tidak perlu
disebutkan namanya
- mengatakan makanan disediakan MU cafe. Lalu gue menjadi
sangat tertarik sampai-sampai gue juga mengundang seorang teman gue -Michael-
yang juga tertarik untuk ikut acara ini (Sayangnya dia ga bisa ikut).

Hari H-nya. Pada malam itu,
gue datang kesana bersama beberapa anak UPH. Ramai sekali di dalam MU Cafe
tersebut menjelang dimulainya acara. Pada saat mulai makan. Antrian panjang pun
terjadi.. Sudah begitu sempit pula areal MU cafe.. Alhasil antri
sempit-sempitan. Setelah gue perhatikan, gue ragu makanan itu bukan disediakan
dari MU cafe tapi dari katering. Mungkin hanya 1 menu dari 6 menu yang ada di
meja yang gue prediksi cukup elit sekelas makanan MU cafe. Dalam perasaan
sedikit menyesal akhirnya gue berpikir.. It’s ok lah namanya juga for
charity.

Lalu setelah gue ambil makan, gue duduk dan mulai makan
sambil menonton acara yang disuguhkan Mike Indo Idol. Cukup menarik.. Namun
antrian panjang tak terelakkan dan antrian tersebut tidak bergerak sama sekali.
Tak lama kemudian, makanan habis di salah satu antrian.. Orang yang mengantri
pun kecewa dan berhamburan menuju meja buffet lainnya untuk mengantri kembali.
Tak selang setengah jam kemudian, about 9 o’clock, seluruh makanan benar-benar
habis. Bahkan minuman pun juga habis. Akhirnya berhubung gue masih lapar --Ya
jelas lapar lah, baru mengambil makanan 1 kali tanpa nasi karena ga kebagian
nasi-
- akhirnya gue dan teman-teman gue memesan menu dari MUCafe yang harus
dibayar tunai. Ketika gue memesan menu, pegawai MU Cafe sempat
menawari minuman karena katanya minuman yang disediakan sudah habis. Jadi hanya
bisa memesan minuman dari MU Cafe yang pasti bayar. Dari situ dalam
pemikiran gue, gue sadar bahwa ternyata makanan dan minuman itu mutlak bukan
dari MU Cafe
. Jadi, karena di meja gue masih ada beberapa gelas minuman
yang masih 1/2 terisi, kami ga pesan minuman lagi.

Lalu pada acara door prize.. Ada 2 orang yang seingat gue
mendapatkan door prize dengan nomor undian 700an.. Hmm.. Let’s say yang menang
bernomor undian 700an, berarti orang-orang yang datang ke acara tersebut
minimal 800 orang. Waw.. worst casenya 1000 orang.. Bayangkan saja 800 orang
masuk MU Cafe (Hayooo anak-anak yang pernah ke MU Cafe bayangkan rasanya di
dalam Cafe tersebut).

Sekitar jam 10, gue pulang. Di dalam perjalanan pulang, gue
dengar dari teman gue. Dia dengar dari temannya seorang panitia bahwa target
orang-orang yang akan datang adalah 600 orang. Hmm.. Kalau sudah ditargetkan
seperti itu, seharusnya makanan dan minuman disediakan untuk 700 orang-an
bukan? Jangankan sesudah acara berakhir, makanan habis. Baru 1 jam dimulainya
acara saja, makanan sudah habis. Starts on 7– delay about 20 minutes — Finish
approximate 10 o’clock ya namanya juga delay pasti mundur donksss.

Yang gue kecewa berat adalah soal minum. Minumnya dari awal
adalah Coca-cola dan Sprite. Namun habis karena tidak ada stok..
Weleh2.. Seandainya saja panitia membelikan gue Coca-cola dari MU Cafe hahaha..
Nyatanya tidak.

Acaranya bagus sekali dan patut diacungi jempol.. Sayang
sekali tidak diimbangi dengan hal-hal teknis yang memadai..

Leave a Reply